UPAYA PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP PERUNDUNGAN DI SDIT DAARUSSALAAM KAWALU KOTA TASIKMALAYA
PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP BULYING
DOI:
https://doi.org/10.70502/ajsk.v2i2.81Keywords:
child protection, bullying, schoolAbstract
Banyaknya kasus tindakan kekerasan tidak hanya terjadi di luar dan di dalam lingkungan sekolah, bahkan di sekolah yang berlabel Islam seperti SD Islam Terpadu. Tindakan kekerasan berawal dari yang berupa intimidasi secara verbal sampai tindakan kekerasan secara fisik. Tindakan kekerasan inilah yang lebih dikenal dengan istilah perundungan. Padahal, Al-Quran surah Al- Hujurat ayat 11 menyatakan larangan melakukan perundungan. Demikian juga Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui: 1) bagaimana kasus perundungan di SDIT Daarussalaam Kota Tasikmalaya; 2) faktor penyebab terjadinya kasus perundungan; 3) upaya penanggulangan kasus perundungan; dan 4) upaya pencegahan perundungan di SDIT Daarussalaam Kota Tasikmalaya. Kerangka berpikir dalam penelitian ini ialah perundungan dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab, diantaranya faktor fisik dan status sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, data display, dan verification. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) dalam rentang waktu tahun 2022 terdapat dua kasus perundungan yang terjadi di SDIT Daarussalaam Kota Tasikmalaya, yaitu kasus perundungan secara verbal atau perkataan dan perundungan secara fisik atau perbuatan; 2) faktor penyebab pelaku diantaranya karena rasa iri hati, usil dan jahil, sedangkan korban memiliki rasa percaya diri yang rendah; 3) upaya penanggulangan korban dilakukan dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri dan pelaku harus minta maaf kepada korban; 4) pencegahan perundungan antara lain dilakukan dengan penanaman akhlak dan budi pekerti, seperti pembiasaan shalat dhuha berjamaah yang dilakukan setiap hari sebelum belajar dan shalat dzuhur berjamaah sebelum pulang. Di samping itu, diterapkan aturan yang berisi larangan dan hukuman bagi pelaku perundungan atau bullying.
Downloads
References
Aji, Bima Cipta. (2020). “Bullying Dalam Perspektif Hukum Pidana Positif Dan Hukum Pidana Islam.†Skripsi. Magelang.
Alfiah, Utami Nurul. (2019). “The Identification of Bullying Causative Factors.†Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. http://jogja.tribunnews.com.
Analiya, Tri Rizky, and Ridwan Arifin. (2022). “Perlindungan Hukum Bagi Anak Dalam Kasus Bullying Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Di Indonesia.†Journal of Gender And Social Inclusion In Muslim Societes 3, no. 1 :(hlm. 125–144). http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/psga/article/view /10950.
Arikunto, S. (2006).“Data Penelitian Deskriptif.†Management Penelitian Analisis 59 : (hlm. 262–296).
Azka Maulan, Muhammad, Fattah Hanurawan, and MEd Diah Karmiyati. (2021).“Buku Pedoman Psikoterapi Kelompok Gotong-Royong Untuk Mengatasi Kasus Bullying Di Sekolah Penerbit Cv.Eureka Media Aksara†:(hlm.1–24).
DPPKBPPPA, humas. “Apa Itu Bullying.†https://dpkkb.limapuluhkotakab.go.id /publik/ info/tampilKomik/70#:~:text=•Istilah bullying berasal dari,mengusik %2C dan merin tangi orang lain.
Fadhilah, C U T. (2022). “Komunikasi Persuasif Fasilitator Program ‘Roots Indonesia’ Pada Perundungan Siswa (Studi Pada Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Azkiya Bireuen)â€.
Gide, André. (1967). “Penegertian Bullying.†Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. (1967):(hlm. 5–24).
Hertinjung, Wisnu Sri. (2013). “Bentuk-Bentuk Perilaku Bullying Di Sekolah Dasar. †Seminar Nasional Psikologi UMS 2013 - Parenting 53, no. : (hlm. 450–458). https:// publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/3952.
Ihsan, M. “Perangi Perundungan Di Sekolah Untuk Ciptakan Sekolah Aman Dan Nyaman. †Pukul 07.16. https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/perangi-perundungan-di-sekolah-untuk-ciptakan-sekolah-aman-dan-nyaman.
IsepMisbah, (2021).Kementrian Agama RI. LPMQ .
Khoerunnisa, Syifa. (2022). “Kasus Bocah SD Di Tasikmalaya Meninggal Usai Dibully, Ini Gejala Depresi Pada Anak.†Suara.Com. Last modified 2022. Accessed July 22, 2022. https://www.suara.com/health/2022/07/22/141840/ kasus-bocah-sd-di-tasikmalaya-meninggal-usai-dibully-ini-gejala-depresi- pa da-anak.
Marni, Ayu. (2020). “Perilaku Bullying Di Kalangan Siswa Perspektif Hukum Pidana Islam (Studi Kasus SMA Negeri 7 Luwu).†Jurnal Ilmiah Hukum. Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Palopo 1, no. 3.
Mayasari. (2019). Amiirohana, Syamsul Hadi, and Dedi Kuswandi. “Tindak Perundu ngan Di Sekolah Dasar Dan Upaya Mengatasinya.†Jurnal Pendidi kan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan 4, no. 3 :(hlm. 399).
Noorani, “Tips Untuk Guru Dalam Mengatasi Perundungan (Bullying).†https://www. unicef.org/indonesia/id/child-protection/tips-untuk-guru-meng atasi-bullying.
Nursasari, (2017). “Penerapan Antisipasi Perundungan (Bullying) Pada Sekolah Dasar Di Kota Tenggarong.†SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education) 5, no. 2 :(hlm 187–208).
Pranyoto, Riski Ariersta Prabowo.2021. Penelitian BAB 3.
Rahma, Anggin Nuzula.(2022) . “Lindungi Anak, Stop Tradisi Bullying Di Satuan Pendidikan.†Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/ read/29/4268/lindungi-anak-stop-tradisi-bullying-di-satuan-pendidikan.
UNESA, HUMAS. “No Title.†https://www.unesa.ac.id/bullying-marak-di-sekolah-pakar-psikologi-anak-unesa-ungkap-penyebab-dan-solusinya#:~:text=Penyebab Bullying pada Anak&text=Bisa berupa ukuran badan%2C fisik,cara mengganggu atau mengucilkan korban.
Zaenal Arifin. (2008)." Metode Penelitian Pendidikan", (Surabaya: Lentera Cendikia, 2008), h.16. 1â€: (hlm.1–20).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nunu -, Hani Sholihah, Yanti Haryanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











