REPRESENTASI TAWAKAL DALAM LIRIK LAGU “33X†KARYA PERUNGGU (KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE)
DOI:
https://doi.org/10.70502/ajsk.v4i2.219Kata Kunci:
Semiotika, Tawakal, PerungguAbstrak
Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara distribusi pesan spiritual dalam masyarakat kontemporer. Media audio-visual seperti musik terbukti menjadi saluran efektif untuk menyampaikan ajaran keagamaan, khususnya bagi generasi digital. Penelitian ini secara kritis berfokus pada fenomena tersebut dengan tujuan utama untuk mengungkap makna mendalam dari tawakal yang terefleksi dalam lirik lagu populer “33x†karya Perunggu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, studi ini menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Kerangka analisis ini digunakan untuk membedah struktur linguistik lirik secara sistematis, membedakan antara elemen penanda (signifier) yaitu bentuk atau bunyi kata serta pertanda (signified) yang merupakan konsep atau makna yang diacu guna mengungkap makna yang terkandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa lirik lagu “33x†tidak sekadar memuat, tetapi secara intens merepresentasikan makna tawakal. Lagu ini disajikan melalui narasi lirik yang kompleks dan sangat emosional, melukiskan sebuah perjalanan spiritual yang bermula dari kesadaran akan keharusan berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan, lalu secara berulang mengingatkan pendengar untuk senantiasa mengikatkan diri dalam dzikir dan mengingat-Nya. Studi ini memperkuat kedudukan musik sebagai media dakwah kontemporer yang relevan bagi generasi modern.
Unduhan
Referensi
Al Ghazali, I. (2007). Rahasia Halal-Haram: Hakikat Batin Perintah dan Larangan Allah. Mizania.
AS, A., & Umaya, Maharani, N. (2011). Semiotika Teori dan Aplikasi pada Karya Sastra. In IKIP PGRI SEMARANG PRESS. IKIP PGRI SEMARANG PRESS. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Fanani, F. (2013). Semiotika Strukturalisme Saussure. Jurnal The Messenger, 5(1), 10. https://doi.org/10.26623/themessenger.v5i1.149
Fatimah. (2020). Semiotika dalam kajian Iklan Layanan Masyarakat. In Tallasa Media. Tallasa Media. https://doi.org/10.1007/978-3-476-04949-0_117
Fuadi, H., Alfarisi, S., & Prakoso, D. (2022). Dakwah Dengan Seni Musik: Studi Pada Grup Qosidah Modern At-Tarbiyah Putri Cilendek Cibeureum Kota Tasikmalaya Muhamad Hanif Fuadi. 04, 174–197.
Gunadi, D. F. (2023). Representasi Makna Perpisahan pada Lirik Lagu “ Give Me Five †Karya JKT48 : Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure. 2, 1–11.
Iubikrea, S., Cahya, A., & Sukendro, G. G. (2022). Musik sebagai Media Komunikasi Ekspresi Cinta ( Analisis Semiotika Lirik Lagu “ Rumah ke Rumah †Karya Hindia ). 246–254.
Meloeng, L. (2007). Metode Penelitian. Remaja Rosdakarya.
Nasution, F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. In Harfa creative. Harfa creative. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Pirnanda, R. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Lirik Lagu “ Aisyah Istri Rasulullah †Syakir Daulay. 5(1), 280–300.
Rofai, D. (2021). Representasi Sikap Tawakal dalam Lirik Lagu “Terserah†D’Masiv: Kajian Semiotika Roland Barthes. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin.
Sausure, F. (1988). Pengantar Linguistik Umum. Gadjah Mada University Pers.
Sobur, A. (2004). Semiotika Komunikasi. Remaja Rosdakarya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fakhri Adi Aminudien, Nizar Hanafi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











