IMPLEMENTASI DAKWAH MELALUI LITERASI DIGITAL DI PONPES MIFTAHUL ULUM GANDOK TASIKMALAYA
DOI:
https://doi.org/10.70502/ajsk.v1i2.24Kata Kunci:
Da'wah, Digital LiteracyAbstrak
Dalam kehidupan yang serba modern seperti sekarang ini, media memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sosial, terutama saat ini media digital menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi masyarakat modern. Kebutuhan itu juga masuk ke dalam dunia dakwah, maka dari itu penting memahami dunia digital di media sosial. Melakukan dakwah di dunia digital tentunya memerlukan keterampilan literasi digital sebagai dasar berjalannya aktivitas dakwah, penelitian ini dilakukan karena literasi digital digital bisa dimanfaatkan sebagai jembatan dalam berdakwah. Penelitian ini membahas tiga rumusan masalah, yaitu fungsi dan manfaat literasi digital, pengajian online, diskusi dan kajian ilmiah secara virtual, eksistensi literasi digital, implementasi literasi digital untuk menangkal hoaks di era disrupsi, literasi digital pesantren: kontestasi keislaman di ruang maya. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, dalam penelitian ini digunakanlah metode kualitatif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai tindakan komunikatif yang dilakukan oleh Ponpes Miftahul Ulum Kota Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawanacara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah literasi digital di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok Kota Tasikmalaya akan memberikan peran penting dalam memberikan pemahaman para santri alumni dan masyarakat terkait pemanfaatan literasi digital sebagai media dakwah.
Unduhan
Referensi
Abu Yazid. (2018). ParadigmaBaruPesantren: Menuju Pendidikan Islam Transformatif. Yogyakarta: IRCiSoD.
Ali, M. (2017). Antara Komunikasi, Budaya, Hoax. In A. Wahyudin& M. Sunuantri (Eds), MelawanHoaks di Media Sosial da Media Masa. Yogyakarta: Trus Media Publishing &Askopis Press.
Alia, T. &Irwansyah. (2018). PendampinganOrangtua pada Anak Usia Dini dalamPenggunaanTeknologi Digital. A Journal of Language, Litelature, Culture and Education.
Aliasan. (2017). PengaruhPemahaman dan Literasi Medi terhadapPenyebaran Hoax di KalanganMahasiswa. JKPI: JurnalKomuniasi Islam dan Kehumasan,1(2), 126-147. https://doi.org/10.19109/jkpi.vli2.2197.
Belshaw.D.AJ. 2011. What is’ Digital Literacy’? A Pragmatic Investigation. Durham University.
Bruinessen, Martin Van. (2015). Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat. Yogyakarta: IRCiSoD.
Creswell. W.J. (2010). Research Design. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Densin, K,N; dan Licolnm, S.Y. (2009). Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Heather Horst & Daniel Miller. (2012). Digital Antropology. Berg Publishing: London New York.
Livie, W. H. & Lentz. (1982). Effects of text Illustrations: a review of research. Education Communication an Technology Journal.
Paul Gilser. (1998). Digital Literacy. Wiley.
Steenbrink Karel. (1974). Pesantren, Madrasah, sekolah: Pendidikan Islam dalamKurun Modern, Jakarta: LP3ES.
ZamaksyariDhofier. (2011). TradisiPesantren. StuditentangPandanganHidup Kyai, Jakarta. LP3ES.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Wawan Setiawan, Badrudin, Edi Supriadi, Samsul Arifin, Khoirunnasihin Khoirunnasihin, Imam Abdul Ajiz Asyamsi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











