SUBTANSI AGAMA DAN BANALITAS MEDIA
DOI:
https://doi.org/10.70502/ajsk.v1i2.25Kata Kunci:
Subtansi, Agama, Banalitas, MediaAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengembalikan keyakinan seseorang terhadap agama yang sebenarnya, dan mengapa seseorang menjadi bosan (banalitas) dalam mendapatkan sebuah informasi di media sosial. Metode Penelitian menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan menghimpun data dari tulisan-tulisan (literasi) yang mempunyai kaitan dengan topik yang dibahas, yaitu Subtansi Agama dan Banalitas Media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agama dan media dalam satu sisi punya kesamaan yaitu dalam hal mencari kebenaran. Agama mencari kebenaran. Media juga bergerak mencari kebenaran. Bedanya adalah, kalau agama mengklaim dirinya telah menemukan kebenaran, sementara media tidak mengatakan seperti itu. Agama dan media tidak lagi perlu dipertentangkan karena keduanya dalam kondisi saling membutuhkan. Subtansi agama sangat diperlukan eksitensinya oleh masyarakat karena agama berperan dan berfungsi untuk mengarahkan manusia kepada keyakinan, kebaikan, mengajarkan dan mendidik manusia kepada kelembutan hati, jiwa, raga dan fikiran. Sedangkan banalitas media merupakan kondisi ketika beragam pesan dan informasi yang disampaikan melalui media massa kehilangan ruhnya dan menjadi tidak bermakna.
Unduhan
Referensi
Abubakar, I., dan Muchtadlirin (ed). Media dan integrasi sosial. Jakarta: CSRS UIN Syarif Hidayatullah. 2001
Cliffort Geertz. Kebudayaan dan Agama. Jogjakarta: Kanisius: 1992.
Dean, Stuart. The Banality Of Evil & Mainstream Media. Independent Researcher & Writer Speech Ceremony. 2016.
Dinnen, Zara. The Digital Banal. New Media and American Literature and Culture, Columbia University Press, Washington DC. 2018.
Eriyanto. Analisis wacana; Pengantar analisis teks media. Yogyakarta: PT. LKiS. 2001.
Eriyanto. Media dan Konflik Ambon. Jakarta: KBR68H. 2003.
Hoover’s, Stewart. Religion in the Media Age. Routledge. 2006.
http://penaka.blogspot.com/2018/10/pergantian-agama.htlm.
Ismail, Faisal. Paradigma Kebudayaan Islam : Studi Kritis dan Refleksi Historis, Jogjakarta: Titian Ilahi Press: 1997.
Jessica Adinda S, Anastasia. Akar Banalitas Intelektual, Suatu Kajian Filsafat Ilmu, Jurnal Filsafat Vol 23 No 2, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (2013).
Kahmad, Dadang. Sosiologi Agama. Bandung PT. Remaja Rosdakarya: 2002.
Mujahid, Abdul Manaf. Ilmu Perbandingan Agama. (Jakarta, PT Raja Grapindo Persada). 1994.
Nugroho, Heru.Negara, Universitas dan Banalitas Intelektual:Sebuah Refleksi Kritis Dari Dalam, Pidato Pengukuhan JabatanGuru Besar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. 2012.
Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung. 2005.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Wawan Setiawan, Erin elvianita

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











