Dramatisme Ikatan Cinta di RCTI “Analisis Terhadap Sinetron Ikatan Cinta Dengan Pendekatan Teori Dramaturgi Erving Goffman”

Penulis

  • Wawan Setiawan STAINU Tasikmalaya
  • Vina Vionita UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Erin Alvianita UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.70502/ajsk.v2i1.39

Kata Kunci:

Dramatisme, Ikatan Cinta, Dramaturgi

Abstrak

Keberadaan dunia pertelevisian di Indonesia dimulai dengan hadirnya Televisi Republik Indonesia (TVRI) yakni sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia. Kemudian diikuti dengan munculnya stasiun TV swasta seperti Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Surya Citra Televisi (CSTV), Indosiar, Trans TV, Trans 7, TV ONE, MNC TV, NET TV, dan lain sebagainya. Tentunya dengan berkembangnya teknologi dan informasi di bidang pertelivisian, maka muncullah tanyangan pada acara televisi baik komedi, film, talkshow, musik atau kuis bahkan sinetron. Dari banyaknya tayangan pada setiap televisi ada salah satu tayangan yang akhir-akhir ini sedang viral yaitu sinetron Ikatan Cinta di kalangan masyarakat   Indonesia terutama di kalangan perempuan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kontruktivisme. Kontruktivisme menekankan pada kebenaran pada suatu realitas sosial yang dapat dilihat sebagai konstruksi sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sinetron Ikatan Cinta perspektif Dramaturgi merupakan episode yang sesuai dengan scenario yang sudah dibuat semenarik mungkin, sehingga pesan yang hendak dikomunikasikan melalui bahas verbal dan non verbal pada sinetron ikatan cinta dapat diterima dan bahkan bisa menghibur semua masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan teori Dramaturgo Goffman. Dalam teori tersebut dijelaskan bahwa ketika berinteraksi ia mengelola pesan yang ia harapkan tumbuh pada orang lain. Manusia sebagai aktor yang sedang memainkan peran. Dalam drama sinetron Ikatan Cinta dipandang sebagai perform, penggunaan simbol-simbol untuk menghadirkan sebuah cerita. Sebuah performa arti dan aksi dihasilkan dalam adegan konteks sosiokultural.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ashadi Siregar.2005. Sinetron Indonesia Untuk Pasar dan Budaya. (Yogyakarta: LP3Y).

Darmawan Josep J. 2003. “Wacanaâ€TV Lokal†Dalam Pertelevisian Indonesia†(Yogyakarta: Universitas Atma Jaya) Jurnal ISIP, Jurnal Masalah-Masalah Sosial dan Politik, Vol- 4/No. 4/ Des 2002-Feb 2003, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, hal 34

David William Hoynes.1997. Croteau, Media/Society, Industries, Images, & Audiences (California: Pine Forge Press).

Elvinaro, Ardianto dan Lukiati Komala Erdinaya. 2007. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar (Bandung: Simbiosa Rekatama Media).

Iswandi, S.2006. Jurnalistik Infotainment: Kancah Baru Jurnalistik Dalam Industri Televisi. (Yogyakarta: Pilar Media).

Judhariksawan.2010. Hukum Penyiaran (Jakarta: Rajawali Pers Cetakan Ke-1 hal 9).

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). 2012. Dinamika Perizinan Penyiaran di Indonesia.Jakarta.

Kuswandi, W. 1996. Komunikasi Massa Sebuah Analisis Media Televisi. Jakarta: Rhineka Cipta.

Labib, Muh. 2002. Potret Sinetron Indonesia, Jakarta: PT. Mandar Utama Tiga Books Division.

Masduki. 2005. Menjadi Broadcaster Profesional. Yogyakarta: LKiS.

Muhtadi, Asep Saeful. 2012. Komunikasi Dakwah Teori, Pendekatan dan Aplikasi. (Bandung: Simbiosa Rekatama Media).

Nurudin. 2004. Sistem Komunikasi Indonesia, (Jakarta: PT. Raja Grafindo).

Onong Uchjana Effendy. 1993. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi, (Bandung: Citra Aditya Bakti).

Subroto, Darwanto sastro.1994. Produksi Acara Televisi, (Yogyakarta: Duta Wacana University Press).

Wawan Kuswandi.2008. Komunikasi Massa Analisis Interaktif Budaya Massa (Jakarta: Rineka Cipta).

Wawan Kuswandi. 2008. Komunikasi Massa; Analisis Interaktif Budaya Massa (Jakarta: PT. Rineka Cipta).

Unduhan

Diterbitkan

2023-06-30

Cara Mengutip

Setiawan, W., Vionita, V., & Alvianita, E. (2023). Dramatisme Ikatan Cinta di RCTI “Analisis Terhadap Sinetron Ikatan Cinta Dengan Pendekatan Teori Dramaturgi Erving Goffman”. An-Nahdliyyah: Jurnal Studi Keislaman, 2(1), 158–179. https://doi.org/10.70502/ajsk.v2i1.39

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama