ELEMEN BUDAYA DI KAMPUNG CIREUNDEU SEBAGAI JEMBATAN DALAM KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA

Penulis

  • Wawan Setiawan STAINU Tasikmalaya
  • Ghina May Sandy UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Erin Alvianita UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.70502/ajsk.v2i1.46

Kata Kunci:

Budaya, Kampung Cireundeu, Komunikasi, Umat Beragama

Abstrak

Masyarakat adat Cireundeu merupakan sebuah sistem sosial yang memiliki sistem keyakinan, sistem nilai, sistem norma dan simbol tersendiri. Empat sistem tersebut menghadapi desakan kontinuitas dan diskontinuitas pada saat terjadi parokialisasi tradisi besar Islam dan modernitas. Kuatnya arus parokialisasi menyebabkan masyarakat Cireundeu lebih adaptif terhadap kultur Islam pada tataran simbol. Hal ini terlihat dalam pencantuman Islam sebagai agama dalam KTP mereka. Pada sisi lain, mereka masih mampu mempertahankan dan melanjutkan keyakinan, nilai dan norma yang dianutnya. Adapun sikap mereka terhadap parokialisasi modernitas ternyata lebih luas, kecuali dalam beragama. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriftif analisis dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menganalisis dan menggambarkan kondisi sesuai dengan kejadian yang dilihat melalui observasi dan apa yang diperoleh melalui wawancara serta dokumen-dokumen yang didapat. Penelitian kualitatif untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan dan untuk membantu mengenai perilaku manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kampung Cireundeu yang terletak di daerah Cimahi kelurahan Leuwi Gajah Kecamatan Cimahi Selatan, terdapat dua agama yakni Islam dan kepercayaan (Sunda Wiwitan). Pemeluk dua agama ini senantiasa rukun. Mereka menganggap perbedaan ini sebeagai sebuah pelengkap satu sama lain. Dua agama ini hidup berdampingan. Hal ini berdampak pada perkembangan dakwah di kampung Cireundeu menjadi soroton disebabkan tidak sedikit para penganut Sunda Wiwitan mengaku dirinya Islam di KTP agar diakui. Hal ini menjadi problem bagi muslim karena Islam hanya dijadikan   sebagai identitas di KTP saja. Grafik perkembangan dakwah di kampung adat Cireundeu senantiasa berkembang dari tahun ke tahun walaupun perkembangannya masih dari segi kuantitas bukan kualitas. Kampung Adat Cireundeu merupakan rekonstruksi cara-cara kehidupan masyarakat tradisional Sunda. Apabila diperhatikan lebih jauh, maka akan ditemukan berbagai keunikan di Kampung Cireundeu. Hal tersebut dimulai dari tinggal bersama kokolot, para seniman Sunda, hingga akan ditemukan ibu-ibu yang menumbuk padi di    saung lisung, memasak dengan kayu bakar dalam hawu, melihat para petani bercocok tanam, dan belajar kesenian tradisional Sunda dan cara mengolah singkong menjadi makanan pokok. Berdasarkan hal tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa Kampung Cireundeu merupakan salah satu alternatif tempat wisata yang memberikan berbagai pilihan wisata dengan suasana kehidupan masyarakat agraris tradisional Sunda. Berdasarkan kriteria tersebut kemudian Pemkot Cimahi menjadikan Kampung Cireundeu sebagai destinasi wisata kebudayaan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adnan, A., & Solihin, S. (2018). Keyakinan Masyarakat Adat dan Modernisasi di Kampung Adat Masyarakat Cireundeu Kota Cimahi. Sosio-Politica, 8(1), 10-26.

Affandy, S. (2017). Penanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Perilaku Keberagamaan Peserta Didik. Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 2(2), 201-225.

Alo Liliweri, Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya (Yogyakarta: LKiS, 2007), 7.

Asmyta Surbakti, Sebuah Kajian Budaya: Pusaka Budaya dan Pengembangan Pariwisata di Kota Medan (Disertasi Program Pasca Sarjana Universitas Udayana, 2009).

Azqi Zakiatal Fitri, “Pola Komunikasi Antarbudaya Santri (Studi Kasus Santri Putri Pondok Pesantren Nurul Huda NU Pesanggrahan),†Jurnal Dakwah 21, no.2 (2021).

Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2003).

Devito, Joseph A. 2011. “Komunikasi Antar Manusia.†Tangerang: KarismaPublishing Group.

Douglas Kellner, Media Culture; Cultural Studies, Identity and Politics Between the Modern and The Postmodern. (London and New York: Routledge, 1995).

Fadhilah, A. (2014). Budaya pangan anak singkong dalam himpitan modernisasi pangan: eksistensi tradisi kuliner rasi (beras singkong) komunitas kampung adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat.

Haidlor Ali Ahmad, Potret Kerukunan Umat Beragama Di Provinsi Jawa Timur (Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI, 2011), 19.

Harjani Herfni, Komunikasi Islam (Jakarta: Kencana, 2015), 2. http://kpadatcireundeu.blogspot.com, diakses tanggal 27 November 2022. Liliweri,

Larry A.Samovar, Richard E.Porter, dan Edwin R.McDaniel, Komunikasi Lintas Budaya : Communication Between Cultures, Salemba Humanika, Jakarta, 2010 : 25. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya, 103.

Muzaki, I. A., & Tafsir, A. (2018). Pendidikan Multikultural Dalam Perspektif Islamic Worldview. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam,[SL], 6(1), 57-76.

M. Yusuf Asri, “Merajut Kerjasama Antar Umat Beragama Di Indonesia,†Harmoni Multireligius viii, no. 30 (2009): 6.

Nasitotul Janah, “Merumuskan Kembali Teologi Hubungan Lintas Agama Di Tengah Pengalaman Kemajemukan (Sebuah Pendekatan Terhadap Ayat Makkiyyah Dan Madaniyyah),†Tarbiyatuna 7, no. 1 (2016).

Peursen, C. A. Van. 1976. Strategi Kebudayaan. Jakarta:BPK Gunung Mulia; Yogyakarta: Kanisius.

Rini Darmastuti, Mindfullness Dalam Komunikasi Antar Budaya (Yogyakarta: Litera, 2013).

Theodor W Adorno and Max Horkheimer, The Culture Industry, (London: Routledge, 1979), 312.

Thoha, Miftah. 2014. “Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya.†Jakarta: Rajawali Pers.

Ugi Nugraha. 2015 “Hubungan Persepsi, Sikap Dan Motivasi Belajar TerhadapHasil Belajar Pada Mahasiswa Pendidikan Olahraga Dan Kesehatanâ€. (Jurnal CerdasSifa, Edisi 1 No.1. Maret– Juni 2015).

Utama Mahendra P. Globalisasi, Diplomasi Kebudayaan, dan Komodifikasi Budaya. (Skripsi. Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Diponegoro, 2009). 34.

Wawancara dengan Jajat Sudrajat (Wakil Ketua Adat), Cimahi. tanggal 27 November2022.

Unduhan

Diterbitkan

2023-07-01

Cara Mengutip

Setiawan, W., Sandy, G. M., & Alvianita, E. (2023). ELEMEN BUDAYA DI KAMPUNG CIREUNDEU SEBAGAI JEMBATAN DALAM KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA. An-Nahdliyyah: Jurnal Studi Keislaman, 2(1), 203–227. https://doi.org/10.70502/ajsk.v2i1.46

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama