DAKWAH JURNALIS TRIBUN JABAR: STUDI KOMUNIKASI PROFETIK
DOI:
https://doi.org/10.70502/ajsk.v2i2.70Kata Kunci:
dakwah, jurnalis, Tribun Jabar, komunikasi, profetikAbstrak
Sifat-sifat Nabi dan Rasul meliputi shiddiq (benar), amanah (terpercaya), tabligh (menyesuaikan sesuai fakta), dan fathanah (sesuai kaidah insan pers atau kode etik jurnalistik). Keempat sifat tersebut bagian dari komunikasi profetik yang perlu diimplementasikan oleh seorang jurnalis. Hal ini diperlukan guna seorang wartawan atau jurnalis dalam kegiatan jurnalistik memiliki acuan untuk membuat pemberitaan yang benar, terpercaya, berdasarkan fakta, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam kepada subyek penelitian yang ditentukan secara purposive. Penelitian dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode fenomenologi dan paradigma interpretatif. Paradigma ini melihat sebuah kebenaran realitas sosial merupakan hasil berbeda-beda yaitu tergantung pelaku sosialnya. Melalui paradigma konstruktivisme, peneliti ingin mengetahui bagaiamana subyek menangkap suatu fenomena jurnalisme profetik dalam kehidupan sehari-harinya sehingga dapat diinterpretasikan dan dijabarkan oleh subyek penelitian sesuai pemahamannya terhadap penerapan masing-masing. Penelitian ini menemukan bahwa Tribun Jabar telah mengimplementasikan jurnalisme profetik dalam memproduksi berita, meskipun belum secara komperhensif, tetapi setidaknya wartawan di Tribun Jabar sudah mengimplementasikan  4 akhlak Nabi dan Rasul dalam kegiatan jurnalistik di lapangan. Implementasi akhlak shiddiq dalam kegiatan jurnalistik di Tribun Jabar yaitu disana “memegang teguh etika jurnalistik dan salah satunya adalah bagaimana secara tepat, akurat, dan terpercaya. Implementasi akhlak amanah dalam kegiatan jurnalistik di Tribun Jabar “etika jurnalistik salah satu poinnya kita harus menyampaikan informasi yang valid, informasi betul-betul dapat dikonfirmasi. Implementasi akhlak tabligh dalam kegiatan jurnalistik di Tribun jabar “pemberitaan yang kami sampaikan selalu berdasarkan fakta-fakta dan data yang ada di lapangan disampaikan sesuai fakta di lapangan dan Implementasi akhlak fathanah dalam kegiatan jurnalistik di Tribun Jabar “jadi dalam proses pembuatan berita kita tidak bisa membuat berita yang tidak berdasarkan fakta yang ada, tidak dilebihkan atau dikurangi. Proses pembuatan berita juga ada peran dari wartawannya.
Unduhan
Referensi
Ahmad Qarib, dkk. (2019). Jurnalistik Islam. Yogyakarta: Guepedia.
Ahmad Qarib, dkk. (2019). Pengantar Jurnalistik. Yogyakarta: Guepedia.
Arikunto, S. (2010). Prosedur PENELITIAN Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka CIpta.
Creswell, John W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Holy rafika Dhona. (2020). Komunikasi Profetik: Perspektif Profetika Islam Dalam Komunikasi, (Yogyakarta: UII Press).
Ishak, S. (2011). Model Kepemimpinan Etika Berlandas Sirah Nabi Muhammad SAW (Ethical Leadership Model Based on Prophet Muhammad PBUH Biography). Jurnal hadhari: An International Journal, 3(2), h.23-44
Nurdin, Ismail, dan Sri Hartati. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.
Parni Hadi. (2015). Jurnalisme Profetik: Mengemban Tugas Kenabian. Jakarta.
Iswandi Syahputra. (2007). Komunikasi Profetik : Konsep dan Pendekatan. Bandung: Simbiosa.
Margaret M. Poloma. 92013). Sosiologi Kontemporer. (Jakarta: PT Raja Grafindo persada).
Nanang Martono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Ritzer, George dan Goodman, Douglas J. (2008). Teori Sosiologi Modern, (Jakarta: Predana Media).
Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Wawan Setiawan, Rano Hardiana Diansah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











