FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN DINI DI KOTA TASIKMALAYA
DOI:
https://doi.org/10.70502/ajsk.v4i1.198Kata Kunci:
Perceraian Dini, Pernikahan Singkat, Pasangan Suami IstriAbstrak
Artikel ini membahas faktor-faktor penyebab perceraian dini di Kota Tasikmalaya, dengan fokus pada pasangan yang mengalami perceraian dalam rentang usia pernikahan kurang dari lima tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pemicu utama perceraian dini berdasarkan perspektif para pelaku perceraian. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang merupakan mantan pasangan suami istri yang bercerai dalam usia pernikahan dini. Selain itu, telaah literatur dari berbagai referensi ilmiah dan keagamaan digunakan sebagai data pendukung. Hasil temuan menunjukkan bahwa perceraian dini umumnya disebabkan oleh ketidaksiapan pasangan dalam menghadapi dinamika rumah tangga, kurangnya pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab suami-istri, masalah komunikasi, serta tekanan ekonomi. Minimnya bekal ilmu, mental, dan kesiapan emosional sebelum menikah menjadi faktor dominan yang mendorong rentannya konflik di awal pernikahan. Fenomena ini diperparah dengan kecenderungan masyarakat yang lebih memprioritaskan aspek seremonial pernikahan dibandingkan kesiapan substansial dalam membangun kehidupan berumah tangga. Islam memang membolehkan perceraian dalam kondisi tertentu, namun perceraian tetap merupakan hal yang dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya perceraian dini, perlu adanya penguatan fondasi pernikahan melalui pendidikan pranikah yang komprehensif, baik secara emosional, spiritual, maupun finansial, guna mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Unduhan
Referensi
Aulia, T. R. (2015). Kompilasi Hukum Islam. Bandung: NUANSA AULIA.
Dr. Sri Susanti, M. (2023). Membangun Keluarga Samara. Cirebon: PT Buat Buku Internasional.
Febriyani, T. U. (2024). Analisis Dampak Perbedaan Tipe Kepribadian Pasangan terhadap Penyebab Fenomena Perceraian Usia Muda. Sabana (Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara), 9.
Ira Ramadhani, A. A. (2024). Resolving Household Conflict From Al-Qur'an Perspective : Study Of Tahlili An-Nisa: 4/35. Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research (SKIJIER) , 51-67.
Makalew, J. M. (2013). Akibat Hukum Dari Perkawinan Beda Agama di Indonesia. Lex Privatum.
Maulidar, N. (2023). Perceraian Pada Usia Perkawinan Yang Singkat. Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Muhammad Ulil Absor, S. (2023). Problematika Perceraian pada Pasangan Suami Istri dengan Usia Pernikahan di Bawah 5 Tahun (Studi Kasus di Pengadilan Agama Jepara Tahun 2021-2022). Jurnal Ilmu Syari'ah.
Putri, A. (2024, Juni 10). 7 Jenis Ujian Pernikahan 5 Tahun Pertama yang Terasa Berat. Retrieved from Orami: https://www.orami.co.id/magazine/ujian-pernikahan-5-tahun-pertama
Rafikasari, R. (2017). Perbedaan Kecenderungan Pengambilan Keputusan Bercerai dalam Persepsi Kasus Konflik Rumah Tangga Ditinjau Dari Tipologi Kepribadian: Penelitian Eksperimen pada Wanita Dewasa Awal. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Rahman, M. T. (2020). Mengatasi Kejenuhan Suami-Istri Perspektif Ulama Mazhab. Mazahibuna Jurnal Perbandingan Mazhab, 11.
Rukajat, A. (2018). Pendekatan Penelitian Kualitatif (Qualitative Research Approach. Deepublish.
Sari, D. P. (2021). Tinjauan Yuridis terhadap Kasus Perceraian dan Permasalahan Hukumnya (Studi Di Pengadilan Agama Kota Pekanbaru). Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Islam Riau, Pekanbaru.
Surur, A. T. (2016). Perceraian Dini Studi terhadap Putusan Pengadilan Agama Pekalongan. Pekalongan.
Yapiter Marpi, D. M. (2023). Akibat Hukum Perceraian Dini Efek Media Sosial Ditinjau dari Pandangan Hukum Islam. Jurnal Nalar Keadilan, 11.
Yudonista, A. (2020). Faktor Penyebab Perceraian Dini Suami Istri Studi Kasus Perceraian Di Samarinda Ilir Tahun 2015-2016. SAMARINDA ILIR.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nunung Nurhayati, Hani Sholihah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











